Sabtu, 26 Maret 2016

Aku juga pernah jatuh cinta

kira-kira 6 bulan yang lalu, sebelum aku menemukan cinta yang sebenarnya, aualnya aku tidak pernah ada niat untuk mencintainya, seorang teman lama yang cukup lama kukenal uataknya, orang yang menjengkelkan bagiku, orang yang membuatku merasa asing baginya, orang yang membuatku selalu bersedih di hari-hariku. bahkan aku juga sangat membencinya. kalimatnya yang kasar padaku membuat ku tak ingin mengenalnya lagi, namun tetap ku jalani hari hari yang tidak menyenangkan bagiku demi mengejar cita-citaku,yang paling aku benci kenapa aku harus 1 kelas dengan orang itu ,,,oh tuhan andai engkau mengerti posisiku saat ini,aku sangat sangat membencinya,selama 3 tahun aku bertahan,tiba saatnya kelulusan aku lulus dari MTS tersebut,dan melanjutkan ke MA, disinilah aku merasa tenang aku bisa dekat dengan keluarga dan bisa jauh dari orang yangku benci ,sebut saja dia "R". an gak terasa sekarang aku udah kelas 3 MA ,3 tahun aku jalani masa masa indah di putih abu-abu, banyak lika-liku yang aku jalani, mulai dari organisasi-organisasi yang mengangkatku hingga menemukan jati diri, kenal dengan banyak orang, tau akan kebersamaan,dari tingkat MA inilah aku banyak belajar dari organisasi -organisasi yang pernah aku ikuti.
dari banyaknya temanku, dari banyaknya pergaulanku,aku menemukan cinta, aku merasakan apa itu cinta, mulai tumbuh cintaku terhadap teman seperti sahabat,
tiba-tiba aku menerima 1 pesan dari seseorang yang telahku anggap tidak ada di dunia ini,isi pesan itu sebuah permintaan maaf,yang berupa penyesalan atau semacam kesadaran atau mungkin juga perubahan, jujur aku juga belum yakin dengan apa yang terjadi saat itu, seseorang yang juga membenciku dulu tiba tiba minta maaf,sedikit tidak menyakinkan,tapi berkat organisasi aku juga mengrti arti kesalahan, dan setiap orang pernah melakukan kesalahan,selama orang tersebut sadar akan kesalahan dan ada usaha untuk minta maaf,maka aku putuskan untuk memaafkannya,dan begitu pula aku minta maaf karna juga pernah membencinya. kami pun mulai dekat seperti layaknya seorang sahabat,4 bulan bersahabat, tiba-tiba aku merasa mulai ada yang menganjal dengan pembicaraan kami,yang mulai berkaitan dengan cinta,namun aku masih menganggap ini hal biasa, ajarkan ada cinta dalam sahabat, dan entah kenapa persahabatan itu mulai tumbuh menjadi benih-benih yang berbeda, dan kami pun saling mencintai,haha sedikit tidak percaya sih dengan kejadian yang bakal jadi sejarah di hidupku,dan ternyata orang yang ku benci selama ini bisa juga aku cintai, dan yang palingku benci kenapa itu tidak lama,, selama yang aku impikan!!
datanglah penyesalan yang membuatku bertanya kembali kenapa kami harus berakhir dengan ini, dengan hal yang kubenci kembali, saat aku mulai nyaman kau pergi, sedih memang, aku ingin kita kembali bersahabat lagi tapi sepertinya itu tidak mungkin karna aku tau, tak kan seindah saat kita pertama bersahabat,,cukup lama aku tidak bisa melupakanmu, tapi aku sadar ada hikmah di balik semua kejadian,tuhan meyadarkanku, aku merasa lebih bersyukur saat aku mencintai Allah, dan inilah aual dari motivasi pertamaku dalam berhijrah ke jalan-Nya, terima kasih sahabat lamaku,, karna sekarang aku telah menemukan cinta yang sebenarnya, cinta yang tak pernah mengeceuakanku, cinta yang membuatku berada tepat di titik nyamanku,,AKU MENCINTAI ALLAH SELAMANYA..cukup dengan meminta kepada-Nya lah dan percaya aku bisa temukan cinta yang bisa menyempurnakan agamaku dan bersama-sama menuju surga-Mu. 
     


3 tah

Kamis, 24 Maret 2016

RENUNGAN KEHIDUPAN
Siap atau Tidak Suatu hari
semuanya pasti akan berakhir
Tidak akan ada matahari terbit
tidak ada menit, jam ataupun hari

Semua materi yang dikumpulkan
Kekayaan,ketenaran dan kekuasaan
Tidak akan berarti dimata Tuhan



Sehingga tidak akan penting lagi
segala sesuatu yang pernah dimiliki
atau yang pernah dengan bangga dikuasai

Segala macam rasa dendam,dengki
frustasi dan juga rasa iri hati
pada akhirnya akan hilang tiada arti
Begitu pula Kemenangan dan kekalahan
yang dahulu sangat penting akan lenyap

Tidak berarti lagi darimana kamu berasal
Tidak berarti lagi apakah kamu cantik atau brillian
Tidak berarti lagi apakah kamu pernah menjadi pujaan

Jadi apakah yang akan berarti?

Yang kemudian berarti
Bukan apa yang kamu beli
Namun apa yang kamu bangun
Bukan apa yang kamu peroleh
Tapi apa yang kamu berikan

Yang kemudian berarti

bukanlah apa yang kamu pelajari
namun apa yang sudah kamu ajarkan
Bukanlah kemampuan yang kamu miliki
Namun karakter yg kuat & penuh kelembutan hati


Yang kemudian berarti

bukan seberapa banyak orang yang Kamu kenal
namun seberapa banyak yang akan merasakan kehilangan
ketika kamu pergi meninggalkan dunia yang tak abadi ini

Yang kemudian berarti

bukanlah yang kamu kenang
namun kenangan tentang dirimu
yang terus hidup dalam hati mereka yang mencintaimu

Sahabat, Yang kemudian berarti
adalah seberapa lama kita akan diingat
oleh siapa dan bagaimana kita dikenang

Maka tentukan pilihan2 terbaik dalam hidupmu
 
Agar kamu bisa pergi dengan tenang dan tersenyum
Agar kamu bisa menghadap kepada tuhan tanpa penyesalan
 

Hidup di Dunia Hanya Sementara dan Akhirat Adalah Tempat Yang Kekal Abadi


أًلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Betapa ramai manusia menjadi lupa daratan. Betapa ramai manusia menjadi ingkar. Betapa ramai manusia tidak dapat bersyukur. Betapa ramai manusia menjadi derhaka dan berkhianat. Mereka melupakan tujuan hidupnya ketika di dunia dan hanya mengejar kenikmatan dunia . Dunia yang dikejar akan berakhir. Tempat manusia hidup. Tempat manusia memuja kenikmatan. Semuanya menjadi sia-sia belaka.

Kehidupan di dunia merupakan permainan dan senda gurau. Ada kalanya menang ada kalanya kalah. Susah dan senang silih berganti. Senangnya merupakan kesenangan yang menipu, sedihnya merupakan kesengsaraan sementara. Itulah di namakan kehidupan di alam fana. Sungguh berbeda dengan kehidupan sejati dan abadi di akhirat  nanti. Barangsiapa senang, maka ia akan selamanya senang (Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan ini). Barangsiapa menderita, maka ia akan menderita selamanya (na’udzu billahi min zalik).

Al-Quran menyebutkan bahawa kehidupan di dunia tidak lebih hanya main-main dan senda gurau semata:

Firman Allah SWT maksudnya : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'Am ayat 32)

Firman-Nya lagi yang bermaksud : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (Surah Al-Ankabut ayat 64)

Firman Allah SWT maksudnya : "Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu." (Surah Muhammad ayat 36)

Apabila kalian merasai kesukaran dan menghadapi banyak masaalah hidup di dunia ini, janganlah berputus asa dan rasa kecewa kerana sesungguhnya Allah SWT adalah tempat bergantung dan tempat di letakkan sepenuh pengharapan. Berdoalah bersungguh-sungguh kepada-Nya.

Bersabda Rasulullah Sallallahu ’Alaih Wa sallam: “Doa orang yang sedang menderita (kesedihan yang mendalam) ialah: "Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)

Sahabat yang dimuliakan,
Dalam kehidupan ini ada bertingkat-tingkat tentang kenikmatan dunia. Manusia berlumba-lumba  mengejar, hingga kepayahan, dan umurnya habis, dan hidupnya tersungkur, hanya diarahkan mengejar kenikmatan dunia. Tak ada kenikmatan yang sejati. Kenikmatan yang diinginkan manusia dalam kehidupan itu hanyalah kenikmatan yang semuanya hanya ilusi. Khayalan dari manusia yang sudah menjadi tabiat hidupnya hanya untuk kenikmatan dan kemegahan.

Ketahuilah, sesungguhnya kenikmatan yang teragung dan terbesar, iaitu kenikmatan yang dirasai sepenuhnya di hari akhirat nanti. Kenikmatan akhirat itulah yang akan membawa hamba kepada kemuliaan yang kekal. Kerana itu, hakikatnya seorang mukmin, tidak mengejar kenikmatan dunia, yang tidak memiliki keuntungan apa-apa melainkan sedikit sahaja, dibandingkan dengan kenikmatan berupa kemuliaan disisi Allah Azza Wa Jalla.

Tidak ada maknanya kenikmatan dan kelazatan dunia seisinya, yang boleh membuat manusia menjadi lupa dan mabuk, sehingga terlena dengan kehidupan dunia. Kehidupan manusia yang sudah mabuk dunia itu, menjadi sujud, rukuk, dan ibadahnya hanya untuk memenuhi rasa kenikmatan dunia.

Hanyalah orang-orang mukmin, yang layak mendapatkan kenikmatan yang sejati, kerana pahala yang akan dikurniakan oleh Allah Rabbul alamin, sentiasa mengalir, ketika mereka makan, minum, berpakaian, tidur, terjaga, dan dalam perkahwinannya, dan semua amal mereka semata hanya diarahkan untuk mendapatkan reda-Nya. Tidak mencari reda selain-Nya. Apalagi, hanya ingin mendapatkan reda kepada manusia lainnya, yang dapat memberinya kenikmatan dunia. Itu bukan sifat mukmin yang hakiki.

Orang-orang mukmin kerinduan hanya pada kenikmatan atas keimanannya, ibadahnya, kerinduannya hanya kepada Allah Azza Wa Jalla. Ketahuilah, sesungguhnya kenikmatan dunia itu, selalu akan menghalangi seseorang memperoleh kenikmatan akhirat dan bahkan mengantarkan dirinya kepada seksa neraka. Manusia yang matlamat hidupnya kepada kenikmatan dunia, akhirnya menjadikan harta-benda, pangkat, kekuasaan, dan makhluk-makhluk, serta berbagai bentuk berhala-hala, yang menyerupai tuhan, menjadi arah dan tujuan hidup mereka. Seakan semua yang ada itu, mampu memberikan kenikmatan kepada manusia yang bersifat kekal. Karena itu, ketika diakhirat mereka saling mencerca dan menyalahkan.

Firman Allah SWT dalam al-Quran yang maksudnya : "Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata; 'Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan, dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.' Allah berfirman.'Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.' Sesungguhnya, Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui. Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan”. (Surah al-An’aam  ayat 128-129).

Kelazatan dan kenikmatan orang yang berbuat zalim dan keji merupakan istidraj (pemberian daripada Allah SWT dalam keadaan Dia murka), yang diberikan Allah SWT agar mereka merasakan seksa yang lebih berat dan mereka akan terlarang untuk merasakan kenikmatan yang paling agung. Seperti orang yang meletakkna makan yang lazat dan diletakkan racun kedalamnya, agar orang yang memakannya mati secara peralahan-lahan.

Allah SWT berfirman maksudnya  : "Kelak akan Kami hukum mereka beransur-ansur dari arah yang tidak mereka mengetahui. Dan Aku memberi tangguh waktu kepada mereka. Sesungguhnya , rencana-Ku sangat teguh (inna kaidi matin)." (Surah al-Qalam ayat 44-45).

Sebagian ahli tafsir menafsirkan 'inna kaidi matin' (rencana-Ku sangat teguh), maksudnya adalah setiap kali mereka melakukan dosa, maka Kami akan memberikan nikmat kepada mereka. Itulah bagi orang-orang yang hidupnya hanya mengejar kenikmatan dunia.

Sebaliknya, seorang yang sangat takut dengan kehidupan dunia, dan hidupnya zuhud dan warak, ketika meninggalkan rombongan malaikat suci, hamba-hamba Allah yang sangat dekat kepada-Nya, datang menjemputnya menuju ke tempat yang  kekal abadi untuk selama-lamanya iaitu syurga Allah  SWT yang tertinggi bernama Syurga Firdaus.

Firman Allah SWT maksudnya : “Kebahagiaan di kampung akhirat itu Kami sediakan hanya bagi mereka yang tidak suka menyombongkan diri dan melakukan kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (Surah al-Qashash  ayat  83).

Sahabat yang dikasihi,
Marilah sama-sama kita jadikan kehidupaan di dunia ini sebagai medan untuk kita beramal dan menyediakan persiapan kita menuju alam akhirat. Tidak mungkin kita akan tenang dan berbahagia apabila membawa bekalan yang sedikit dan tidak berkualiti pula apabila menuju perjalanan yang jauh iaitu ke alam barzakh dan alam akhirat . Janganlah sia-siakan masa, umur, tenaga dan kekayaan  yang kita miliki tanpa kita membuat pelaburan untuk bekalan kita di sana, ketika itu apa yang akan menjadi pertukaran adalah amal-amal soleh, amal ibadah, amal kebajikan yang kita lakukan di dunia ini semata-mata kerana Allah SWT. Renungkanlah dan bertindak segera tanpa ditangguh-tangguhkan lagi.
 by : pecintaALLAHSWT